GRANIT BERDASARKAN TIPE

  1. Polished:
    Memiliki tekstur halus dan terlihat bergelombang.Lantai granit tipe polished ini memiliki daya kilap antara 95 hingga 100 derajat. Hal tersebut membuat lantai granit ini sangat mengilap dan diminati banyak orang. Keunikannya lagi, ketika terkena cahaya permukaan lantai granit ini terlihat bergelombang walaupun sebenarnya permukaannya datar. Selain itu, lantai granit tipe polished juga memiliki tekstur yang halus. Granit polished ini cocok dipakai pada ruangan interior yang tidak basah.
  2. Matt:
    Permukaannya tidak mengilap sama sekali.

    lantai granit tipe matt tidak mengilap sama sekali. Daya kilapnya hanya sekitar tujuh hingga dua belas derajat saja. Lantai granit tipe matt ini biasanya memiliki motif kayu atau motif bintik hitam pada permukaannya. Tipe granit ini cocok untuk area yang rawan basah, seperti dapur atau teras.

  3. Rustic:
    Memiliki tekstur yang kasar, cocok untuk outdoor.tipe rustic memiliki tekstur yang lebih kasar. Hal tersebut menjadikan lantai granit tipe rustic cocok dipakai untuk area outdoor seperti carport, teras, dan taman. Karena tidak licin, Anda juga dapat menggunakan lantai granit rustic untuk lantai toilet atau tepian kolam renang.

Lantai Kamar Mandi Licin? Atasi dengan Cara Ini

Ada beberapa penyebab lantai kamar mandi menjadi licin. Mulai dari pemilihan keramik lantai yang salah, hingga faktor kebersihan kamar mandi. Oleh karena itu, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, kita harus mencegahannya.

Berikut beberapa cara mengatasi lantai kamar mandi licin yang bisa Mama coba lakukan di rumah:

  1. Memilih keramik yang tepat
    Salah satu penyebab lantai kamar mandi mudah licin karena pemilihan keramik yang salah. Tidak disarankan memilih keramik dengan tampilan glossy untuk kamar mandi, karena lebih mudah licin dan menyebabkan kepleset. Pilih keramik dengan tekstur kasar, seperti keramik batu alam atau koral.
  2. Rutin membersihkan kamar mandi
    Kondisi kamar mandi yang lembap menyebabkan kotoran-kotoran yang menempel menjadi lebih mudah licin. Oleh karena itu, membersihkan kamar mandi secara rutin adalah hal wajib.

    Kita bisa menggunakan pembersih lantai dan menggosok lantai kamar mandi secara menyeluruh. Setidaknya seminggu sekali, atau paling lama 2 minggu sekali. Dengan begitu, lantai kamar mandi terus bersih dan tetap aman.

  3. Menggunakan cuka
    Jika tidak memiliki pembersih lantai kamar mandi, Mama bisa menggunakan bahan-bahan alami, kok. Salah satunya cuka. Yup, cuka memang dikenal ahli dalam mengatasi berbagai urusan rumah tangga, termasuk membersihkan keramik kamar mandi.

    Penggunaannya juga mudah banget. Hanya perlu menyemprotkan cuka ke seluruh keramik yang akan dibersihkan. Diamkan sepuluh menit, lalu siram dengan air. Setelah itu, diamkan dua menit dan siram kembali menggunakan air panas.

    Jika dirasa cukup, bisa mengelap keramik kamar mandi dengan spon basah. Lalu keringkan menggunakan lap agar bersih maksimal. Untuk hasil maksimal, lakukan secara rutin, ya.

  4. Pakai karpet anti licin
    Selain rutin membersihkannya, cara lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan karpet anti licin. Biasanya karpet anti licin diletakkan di bawah shower atau dekat bak mandi, untuk meminimalisir risiko terpeleset. Dengan begitu, mandi menjadi tetap aman, deh!

    Itulah beberapa cara mengatasi lantai yang licin yang bisa dilakukan di rumah. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!

BAHAYA ATAP ASBES UNTUK KESEHATAN

Dari segi biaya, atap asbes adalah material yang paling murah jika dibandingkan dengan tanah liat, seng, atau pun beton. Dari segi pemasangan, tenaga yang diperlukan lebih sedikit karena bahannya lebih ringan. Dari segi waktu, pemasangan atap asbes akan lebih cepat dan sederhana. Berbeda dengan genteng yang harus dipasang satu per satu. Namun siapa sangka, di balik keuntungannya tersebut, asbes sangat berbahaya bagi kesehatan. Waduh! Memangnya kenapa? Nah, coba deh simak baik-baik penjelasan.

Material asbes terbuat dari mineral silica yang berbentuk serat-serat kecil dan halus. Sehingga jika serat tersebut berterbangan di udara dan terhirup oleh tubuh dalam jangka panjang, akan berbahaya bagi kesehatan. Serat asbes yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru bisa menyebabkan asbestosis (timbulnya jaringan parut di paru-paru), kanker paru-paru, dan mesothelioma (kanker ganas yang menyerang selaput mesothelium). Risiko terkena penyakit ini akan meningkat setara dengan banyaknya jumlah serat asbes yang dihirup. Selain itu risiko kanker paru-paru akibat menghirup serat asbes lebih besar dibandingkan dengan asap rokok.

 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan dari serat asbes, misalnya seperti:

1. Mengganti lembaran asbes yang rusak dan berlubang

2. Menutup asbes dengan terpal untuk menghindari paparan cuaca

3. Berikan batas antara asbes dengan ruangan dalam rumah