Karakteristik Keramik dan Granit

Apakah anda termasuk yang bingung membedakan antara granit dan keramik? Granit di sini maksudnya bukanlah batu alam melainkan monoporosa, istilah lain dari single fired tile. Keramik dan granit/monoporosa selintas terlihat serupa tapi sebenarnya tak sama. Keduanya merupakan pelapis lantai dan dinding yang dibuat oleh manusia (artifisial), bukan hasil buatan alam. Terkadang pemilihan pelapis lantai/dinding didasarkan hanya dari merek atau motifnya saja dan bukan dari jenis atau karakteristiknya masing-masing. Memang motif atau desain antara keramik dan granit sangatlah mirip begitupun ukurannya. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadikan mereka berbeda.

Yang pertama, karakteristik dari proses pembuatannya.

Keramik merupakan “body” (badan keramik yang terbuat dari campuran tanah liat, batu, kapur, dll) yang diberi glaze” (pelapis body keramik yang menjadikan permukaannya tidak kasar)Motif keramik dicetak di atas glaze lalu nantinya keramik yang sudah dicetak akan melalui proses pembakaran agar “matang” dan siap dipakai.

Bagian depan keramik ukuran 40×40

Body atau badan keramik yang digunakan akan selalu sama berwarna merah atau putih (tergantung dari bahan dasarnya), akan tetapi desain/motifnya bisa berbeda-beda sesuai dengan pesanan atau kebutuhan. Keramik disebut pula sebagai “double fired tile” karena terjadi 2 kali pembakaran saat pembuatannya, yang pertama setelah body dipress dan masih “telanjang” dan yang kedua setelah body diberi glaze dan desain motif.

Untuk aksesorisnya biasanya disebut “third firingtile” karena terjadi proses pembakaran lagi pada waktu  keramik itu dibuat. Sebenarnya terkadang dapat terjadi lebih dari 3 kali pembakaran, karena pembuatannya yang rumit, penggunaan material yang lebih bervariasi dan prosesnya yang memakan lebih banyak waktu maka harga keramik aksesoris biasanya jauh lebih mahal.

Sedangkan granit merupakan body yang sudah diberi pewarna lalu dipress(dicetak), dan langsung dibakar makanya disebut single fired tile atau sekali bakar. Hal ini yang menyebabkan warna body belakang granit sama dengan bagian depannya (bagian motif/desain). Bila motifnya berwarna hitam dan berbintik putih maka body belakangnya pun demikian. Begitupun bila motifnya berwarna merah atau putih.

Granit ukuran 60×60 bagian depan

body belakang granit sama warna dan motifnya dengan bagian depan

Dalam pembuatannya, granit jarang menggunakan desain. Motifnya didapat dari campuran/kombinasi warna saja. Maka itulah kebanyakan dari motif granit biasanya polos atau hanya berupa bintik-bintik, tidak seperti keramik yang lebih bervariasi.

Yang kedua, karakteristik dari fisiknya.

Seperti sudah disebutkan di atas, biasanya keramik ber-body merah atau putih. Bodymerah ini berarti tingkat penyerapan airnya lebih besar atau pori-pori pada body tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan keramik body putih. (Karena hal inilah maka pada saat aplikasi, keramik body merah harus direndam terlebih dahulu sebelum dipakai, sedangkan keramik body putih tidak perlu lagi).

Pada bagian sisi keramik biasanya terdapat sisa-sisa glaze, dan untuk keramik yang tidak dipotong/uncut biasanya terdapat “window frame” (garis berwarna putih yang tidak tertutup desain sepanjang sisi keramik). Permukaan keramik juga biasanya sedikit bergelombang atau istilah yang biasa kami gunakan adalah “wavy”. Hal ini karena pada saat produksi, proses pemberian glaze yang berupa cairan terkadang tidak menyebar secara merata.

sisi keramik uncut yang agak cembung

Ada keramik yang melalui proses “cutting” (pemotongan) dan “uncut” (tidak dipotong). Keramik cutting biasanya lebih siku dan ukuran satu sama lainnya lebih presisi karena dipotong lagi dengan mesin. Cirinya adalah bagian sisi permukaannya berbentuk siku atau rata. Sementara keramik uncut pada bagian sisi permukaannya terlihat cembung atau melengkung.

Untuk granit, pada bagian sampingnya anda bisa melihat bahwa desainnya serupa dengan bagian depannya.

Permukaan granit biasanya lebih rata dan tidak bergelombang karena dipoles dengan mesin. Kebanyakan granit adalah cutting tile atau sisi-sisinya dipotong agar siku dan presisi ukurannya. Hal inilah yang menyebabkan penampilan granit bisa lebih bagus, dan pada aplikasinya juga bisa rapat satu dan lainnya sehingga nat-nya bisa lebih tipis/kecil.

Yang ketiga, karakteristik dari kekuatannya.

Bila dibandingkan kekuatan terhadap benturan dan gesek antara keramik dan granit maka granit-lah pemenangnya. Sifat granit lebih keras dan hasil press-nya mengalahkan keramik yang bobotnya lebih ringan dan hanya memiliki glaze tipis sehingga setelah sekian lama, motif keramik bisa habis terkikis.

 Tetapi keramik lebih tahan terhadap noda dibandingkan dengan granit. Beberapa jenis granit yang permukannya licin/mengkilap justru membuatnya semakin tidak tahan noda, karena pori-pori permukaannya menjadi terbuka karena proses pemolesan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa body depan dan belakang granit sama desainnya, tetapi bagian depan permukannya yang licin dan mengkilap diperoleh dari hasil polesan mesin.

Nah, setelah mengetahui beberapa hal mengenai karakteristik granit dan keramik, semoga anda bisa lebih mudah memilih jenis pelapis lantai/dinding mana yang akan anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Sekarang anda pun tahu alasannya mengapa harga mereka berbeda. Selamat memilih.

Sumber : https://jumpinjack8.wordpress.com

Kelebihan dan Kekurangan Jenis Atap Rumah

Selain menambah keindahan rumah dan melindungi isi rumah dari panas dan hujan, pemilihan atap juga memiliki peranan penting dalam membangun rumah bahkan sangat krusial. Kenapa? Seperti halnya tembok, atap rumah merupakan salah satu fondasi rumah yang di mana harus memiliki sifat ketahanan yang tinggi untuk melindungi rumah dari teriknya matahari , terpaan hujan yang lebat dan ditambah dengan kondisi cuaca extreme yang dialami oleh Indonesia beberapa tahun belakang ini.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menuliskan beberapa jenis genteng dan manfaat beserta kekurangannya, agar anda pada saat memilih genteng tidak rugi, dan dapat mengetahui genteng apa yang cocok untuk bangunan anda.

1) Genteng Asbes

Genteng ini terbuat dari 6 jenis mineral silikat alam. Genteng ini banyak digunakan selain karena harga, pemasangan genteng ini sangat mudah, karena bobotnya yang ringan dan tidak perlu konstruksi gording yang khusus.
genteng asbes

Kelebihan Genteng Asbes

  • Pemasangan mudah
  • Pemasangan genteng cukup mudah
  • Harga genteng murah

Kekurangan Genteng Asbes

  • Dikarenakan genteng ini menggunakan partikel yang mudah lepas, maka apabila dihirup oleh kita terlalu sering bisa menyebabkan penyakit kanker paru-paru.

2) Genteng Kaca

Apabila ada bagian ruangan rumah anda yang ingin mendapat penerangan langsung dari sinar matahari, bisa menggunakan genteng kaca ini.

genteng kaca

Kelebihan Genteng Kaca

  • Pencahayaan alami
  • Hemat listrik dikarenakan di siang hari tidak perlu listrik untuk penerangan
  • Cocok untuk bentuk rumah minimalis

Kekurangan Genteng Kaca

  • Harga cukup mahal
  • Genteng ini mudah Pecah jadi harus berhati-hati dalam pemasangannya.

3) Genteng Aspal

Genteng ini terdiri dari campuran aspal dan bahan kimia lainnya. Ada 2 jenis genteng aspal, yaitu jenis datar yang bertumpu pada multipleks dan jenis bergelombang.

genteng aspal

Kelebihan Genteng Aspal

  • Pemasangan mudah
  • Ringan
  • Tahan terhadap air dan api
  • Ada pelindung dari jamur dan anti pudar

Kekurangan Genteng Aspal

  • Harganya cukup mahal
  • Membutuhkan lapisan waterproof tambahan untuk genteng tidak mudah merembes

4) Genteng Metal

Pemasangan genteng selain dijajarkan, ada juga genteng yang dipasang memakai skrup. Seperti genteng metal ini untuk pemasangannya menggunakan skrup dikarenakan genteng ini sangat ringan agar tidak terbawa oleh angin.

genteng metal

 

Kelebihan Genteng Metal

  • Hemat dikarenakan bentuknya lebar sehingga bisa menutupi atap dengan jumlah yang sedikit.
  • Anti karat
  • Tidak gampang berlumut.
  • Bisa di cat kembali

Kekurangan Genteng Metal

  • Pemasangan genteng harus detail, dikarenakan apabila tidak genteng akan terlihat tidak rapi.

5) Genteng Tanah Liat

Apabila anda bertanya, jenis genteng apa yang paling sering dipakai untuk pembangunan rumah? Jawabannya adalah genteng tanah liat. Genteng ini dibuat dengan cara membakar tanah liat yang telah dipress.

genteng tanah liat

Kelebihan Genteng Tanah Liat

  • Murah
  • Ringan
  • Bahan material kuat sehingga kuat untuk diinjak

Kekurangan Genteng Tanah Liat

  • Tidak ada anti jamur atau anti lumut
  • Pemasangan harus teliti agar tidak bocor

Demikianlah, jenis-jenis genteng yang bisa kami informasikan, semoga bisa menjadi acuan pada saat anda menentukan genteng apa yang akan digunakan pada rumah anda.

Sumber: https://www.lifull-jasa.id

Masalah Yang Muncul Pada Penggunaan Batu Alam

Saat ini penggunaan batu alam terus mengalami peningkatan. Material ini sering dipakai untuk proses finishing atau menutup beberapa bagian terutama dinding dengan tujuan agar tampilannya terlihat lebih indah, menarik dan alami. Tampilan yang natural sekarang ini sedang menjadi trend dan banyak disukai orang. Meski mampu menghasilkan kesan yang lebih cantik namun penggunaan batu alam kadangkala bisa menimbulkan masalah. Beberapa masalah yang paling serung muncul pada penggunaan batu alam antara lain adalah karena batu alam punya pori-pori atau lubang yang lebih besar. Jadi tampilannya cepat kusam dan lumut sering tumbuh di tempat tersebut, apalagi jika tidak dirawat dengan rajin serta tidak memakai cara yang benar.

Penggunaan Coating Pada Batu Lunak

Beberapa jenis batu alam yang sifatnya tidak terlalu keras dan cenderung lunak biasanya lebih gampang menyerap cairan dan air, maka jenis batu seperti inilah yang paling sering mendapatkan masalah seperti yang telah disebutkan di atas. Oleh sebab itu agar masalah ini tidak terlalu sering terjadi, sebaiknya batu alam tersebut diberi lapisan atau coating khusus anti lumut dan jamur.

Kemudian untuk batu alam yang sifatnya lebih keras dan kuat, memang punya ukuran pori-pori yang lebih kecil. Meski demikian kemungkinkan terjadinya serangan lumut tetap ada. Dan bukan itu saja, batu alam ini juga lebih mudah pudar warna dan keindahannya terutama jika diletakan di luar ruang atau eksterior.

Karena ada di luar sehingga lebih sering terkena sinar matahari yang menyengat serta air hujan yang turun. Jadi selain diberi lapisan anti lumut juga harus diberi coating khusus agar warnanya bisa dapat perlindungan. Disarankan coating ini terus dilakukan minimal setiap satu hingga dua tahun sekali. Jenis batu alam yang paling sering mendapat masalah ini adalah batu paras. Batu ini punya tampilan beberapa warna seperti putih, hijau, kuning dan coklat.

Batu Granit lebih tahan lumut

Sedangkan baru jenis granit, marmer dan andesit, karakternya lebih keras lagi. Jadi ukuran pori-porinya juga semakin kecil dan padat. Sehingga air tidak mudah masuk ke dalamnnya dan hal ini akan menjadikan batu tersebut lebih tahan terhadap serangan lumut.

Meski demikian bukan berarti batu alam yang keras tersebut tidak punya masalah. Adapun jenis masalah yang paling sering muncul pada batu ini adalah jika ada cairan yang tumpah dan batu itu terkena cipratan tumpahannya, harus segara dibersihkan secepat mungkin. Sebab cairan tersebut bisa menimbulkan noda yang sulit dibersihkan bahkan ada yang tidak dapat dihilangkan sama sekali.

Cara untuk mengatasi masalah noda atau kotoran yang terlanjur menempel dan tidak bisa hilang tersebut bisa dikatakan cukup merepotkan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena tidak ada jalan lain kecuali dengan cara mengganti batu itu dengan yang baru. Bila ingin masalah seperti ini tidak muncul kembali, maka harus dilakukan penghindaran. Adapun caranya adalah memberi lapisan pada bagian permukaannya dengan lapisan khusus.

Bentuk Batu sangat berpengaruh

Masalah lain yang juga sering muncul berhubungan dengan ukuran batu yang tidak selalu sama dan bentuknya juga tidak seragam. Kondisi ini kadangkala membuat proses pemasangannya jadi sulit dilakukan. Jika pemasangan tersebut dilakukan secara serampangan saja, hasil yang didapat akan terlihat kurang sempurna.

Salah satu cara yang bisa diaplikasi untuk mangatasi masalah ini adalah pasanglah lebih dahulu batu yang ukurannya lebih besar. Setelah itu batu-batu yang ukurannya kecil digunakan sebagai pengisi celah atau lubang yang masih kosong. Agar pekerjaan ini lebih mudah dilakukan, pisah batu tersebut sesuai dengan ukurannya. Pemisahan tersebut bisa terdiri dari tiga jenis yaitu batu ukuran besar, menengah, dan kecil.

Sumber : http://imagebali.net