Mencegah dan Mengatasi Bak Cuci Piring Yang Tersumbat

Bagi anda yang mempunyai bak cuci piring yang menyatu dengan kitchen set biasanya dibuat pusing jika saluran pembuangannya tersumbat sehingga air pembuangan tidak bisa mengalir dengan lancar. Hal ini diakibatkan oleh kotoran limbah dapur yang nyangkut di instalasi pipa pembuangan, untuk itu sebelum anda membangun tempat cuci piring yang menyatu dengan kitchen set sebaiknya membuat perencanaan yang matang.

Ada beberapa tips dan trik agar saluran pembuagan cuci piring anda tidak tersumbat, diantara:

1. Ukuran pipa pembuangan
Lubang pembuangan dari bak cuci piring rata-rata ukurannya 1″ sehingga biasanya pengguna menyambungkan langsung dengan pipa ukuran yang sama, ini akan mengundang mudahnya saluran tersumbat karena keterbatasan diameter pipa, sebaiknya anda menggunakan pipa yang lebih besar yaitu pipa dengan ukuran 2″. karena dari bak cuci piring ukuran pembuangannya hanya ukuran 1″ anda bisa sambung dengan pipa sambungan 1″ ke 2″

2. Terlalu Banyak Belokan
Kotoran yang menyumbat saluran pembuangan dari bak cuci piring biasanya berada di sekitar belokan, sehingga buatlah sedemikian rupa agar belokan tidak terlalu banyak.

3. Rajin membersihkan saringan
Pada bak cuci piring biasanya terdapat saringan yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke instalasi pembuangan, rajin-rajinlah anda membersihkan saringan ini, dan lakukan pergantian saringan dengan rutin.

4. Jangan membuang ampas kopi
Karena ampas kopi ukurannya sangat kecil, biasanya lolos dari saringan di bak cuci piring, tetapi ampas kopi adalah biang utama penyebab tersumbatnya saluran pembuangan, sehingga jangan sekali-kali anda membuang ampas kopi ke saluran pembuangan.

5. Cairan anti sumbat
Jika pipa pembuangan anda terlanjur tersumbat, cara mengatasinya anda bisa menggunakan cairan yang banyak dijual di toko-toko pembangunan, baca petunjuk pemakaiannya dan ikuti semua langkah-langkahnya, jika kotorannya masih membandel anda bisa memasukkan selang ke saluran pembuangan dan aliri dengan air yang bertekanan tinggi.

sumber: http://tabloidrumahidaman.blogspot.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *